Efisiensi Dorong Profitabilitas, Andalan Perkuat Fondasi Kinerja 2025

Jakarta, 10 Maret 2026 – PT Andalan Artha Primanusa mencatatkan peningkatan kualitas kinerja keuangan pada tahun buku 2025, ditandai dengan penguatan margin EBITDA menjadi sekitar 39%, dari sebelumnya 27% pada 2024.
Peningkatan profitabilitas ini didorong oleh optimalisasi struktur biaya, termasuk efisiensi konsumsi bahan bakar melalui peremajaan armada alat berat, serta pengelolaan operasional yang lebih disiplin dan terintegrasi.
Pada 2025, EBITDA Andalan Artha Primanusa tercatat sebesar Rp145,40 miliar, dari tahun sebelumnya sebesar Rp113,71 miliar. Adapun total pendapatan Andalan pada 2025 sebesar Rp368 miliar, yang terutama ditopang oleh pendapatan dari pengupasan batu bara Rp292,90 miliar dan produksi batu bara Rp53,86 miliar.
Di tengah tantangan operasional seperti kondisi cuaca ekstrem dan dinamika lapangan, Andalan tetap mampu menjaga stabilitas produksi dengan volume overburden removal mencapai 8 juta BCM dan produksi batu bara sebesar 2 juta ton pada 2025. Hal ini mencerminkan ketahanan operasional serta kemampuan Perseroan dalam mengelola proyek dengan kompleksitas tinggi. Selain itu, kontribusi dari segmen rental alat berat dengan utilisasi mencapai 18 ribu jam turut memperkuat struktur pendapatan Perseroan dan mendukung efisiensi pemanfaatan aset.
Seiring dengan investasi pada aset produktif untuk mendukung ekspansi usaha, Perseroan terus memperkuat kapasitas operasional guna meningkatkan daya saing dan kesiapan menghadapi fase pertumbuhan berikutnya.
Manajemen menilai bahwa tahun 2025 merupakan fase konsolidasi strategis dalam memperkuat fondasi operasional, meningkatkan efisiensi, serta membangun struktur biaya yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan juga mencatatkan penguatan struktur keuangan yang tercermin dari peningkatan total aset dan ekuitas sebagai hasil dari investasi pada aset produktif untuk mendukung ekspansi operasional. Di sisi lain, pengelolaan liabilitas dilakukan secara terukur untuk menjaga keseimbangan struktur permodalan. Dari sisi rasio keuangan, Perseroan menunjukkan perbaikan pada sejumlah indikator utama, termasuk efisiensi pemanfaatan aset dan pengelolaan utang yang semakin optimal, seiring dengan peningkatan kapasitas operasional dan produktivitas aset.
Ke depan, Perseroan memproyeksikan pertumbuhan kinerja yang lebih kuat, didukung oleh peningkatan volume operasional secara signifikan. Dalam periode 2026–2028, volume overburden removal diproyeksikan meningkat hingga 38 juta BCM, dari target 20 juta BCM pada 2026, sejalan dengan ekspansi proyek dan peningkatan aktivitas produksi.
Dengan kombinasi efisiensi operasional, penguatan struktur keuangan, serta ekspansi usaha yang terukur, Perseroan optimistis dapat terus meningkatkan profitabilitas dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.


Tentang PT Andalan Artha Primanusa
PT Andalan Artha Primanusa adalah perusahaan kontraktor pertambangan yang menyediakan layanan operasional penunjang dari hulu hingga hilir, mulai dari eksplorasi, produksi, hingga reklamasi pascatambang. Didirikan pada 2014, Perseroan didukung oleh pengalaman manajemen lebih dari 20 tahun di industri pertambangan.
Perseroan mengelola operasional melalui pendekatan yang disiplin dan terukur, dengan dukungan sistem pemantauan berbasis teknologi untuk menjaga kinerja, efisiensi, dan pengendalian operasional. Perseroan juga menjalin kemitraan jangka panjang dengan perusahaan tambang terkemuka di Indonesia.
Dengan jangkauan operasional di berbagai wilayah Indonesia, Perseroan terus memperkuat kapabilitas operasional serta melakukan diversifikasi usaha, termasuk ke sektor nikel, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.

Bagikan Konten Ini: