Andalan Catat Kinerja Operasional Stabil di Tengah Dinamika Industri

JAKARTA — PT Andalan Artha Primanusa (Andalan) menunjukkan kinerja operasional yang stabil dalam beberapa tahun terakhir, didukung oleh kontrak kerja yang berkelanjutan serta pengelolaan operasional yang disiplin.
Berdasarkan data internal Perseroan, aktivitas operasional Andalan mencakup volume pekerjaan signifikan pada kegiatan overburden removal, penambangan batu bara, serta pengangkutan material sepanjang periode 2023 hingga 2025.
Di sisi keuangan, Perseroan mencatat kinerja yang tetap terjaga dengan EBITDA mencapai lebih dari Rp145 miliar pada tahun 2025, serta peningkatan margin EBITDA yang menunjukkan efisiensi operasional yang terus diperbaiki.
Andalan juga mencatat pertumbuhan aset dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan ekspansi kegiatan usaha dan penambahan kontrak kerja baru.
Pada tahun 2026, Perseroan memperoleh sejumlah kontrak kerja baru, termasuk dari PT Petrosea serta ekspansi ke proyek penambangan nikel di Halmahera Timur.
“Perseroan terus berfokus pada penguatan kinerja operasional melalui efisiensi, pengendalian biaya, serta pengelolaan kontrak yang berkelanjutan,” ujar manajemen Andalan.
Dengan kombinasi kontrak jangka panjang, diversifikasi usaha, serta disiplin operasional, Andalan optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja di tengah dinamika industri pertambangan.


Tentang PT Andalan Artha Primanusa
PT Andalan Artha Primanusa adalah perusahaan kontraktor pertambangan yang menyediakan layanan operasional penunjang dari hulu hingga hilir, mulai dari eksplorasi, produksi, hingga reklamasi pascatambang. Didirikan pada 2014, Perseroan didukung oleh pengalaman manajemen lebih dari 20 tahun di industri pertambangan.
Perseroan mengelola operasional melalui pendekatan yang disiplin dan terukur, dengan dukungan sistem pemantauan berbasis teknologi untuk menjaga kinerja, efisiensi, dan pengendalian operasional. Perseroan juga menjalin kemitraan jangka panjang dengan perusahaan tambang terkemuka di Indonesia.
Dengan jangkauan operasional di berbagai wilayah Indonesia, Perseroan terus memperkuat kapabilitas operasional serta melakukan diversifikasi usaha, termasuk ke sektor nikel, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.

Bagikan Konten Ini: